Sejarah Alun-Alun Tahrir Square (Mesir)

0
Posted in Travel By AmyFlora

Alun-alun tahrir – atau pembebasan pun bukan tanpa alasan. Banyak sekali cerita lahir dari alun-alun . Bundaran tempat revolusi pada 25 Januari 2011 terjadi. Sebenarnya tidak ada yang menarik ketika di sana tapi ini merupakan tempat bersejarah diMesir, dengan berada di tengah kota Kairo dan letak nya tidak jauh dari Sungai Nill, dan ingin menikmati suasa Eropa, anda tinggal berjalan kaki ke bundaran in maka anda bisa merasakan suasana Eropa.

Pada Sejarah nya

Nama  Tahrir Square (Lapangan Tahrir), berasal dari bahasa Arab yaitu harrara, yuharirru, tahriran, yang bermakna kebebasan. Sehingga Tahrir Square berarti lapangan kebebasan. Itulah makna harfiah dari nama lapangan tersebut.

Sejarah Alun-Alun Tahrir Square (Mesir)

Sejarah Alun-Alun Tahrir Square (Mesir)

Asal-muasal penamaan ini terkait dengan apa yang di lakukan oleh seorang Muslimah dari Mesir yang bernama Huda Sya’rawi yang meninggal pada tahun 1367 H. Pengaruh barat pada orang-orang yang belajar di sana menular pada masyarakat Islam, termasuk orang ini. Kebebasan wanita yang di dengungkan Barat pun memperdayai sebagian kaum muslimah. Sebuah kebebasan yang sebenar nya justru menjerembab kan kaum wanita pada jurang kehinaan dan kenistaan, jauh dari kehormatan yang terjaga.

Pada tahun 1337 H, gerakan wanita menyuarakan kebebasan wanita bermula di Mesir di bawah komando seorang wanita bernama Huda Sya’rawi. Pertemuan pertama mereka lakukan di Gereja Markus di Mesir tahun 1338 H. Wanita Mesir inilah yang pertama kali mencampak kan pakaian kehormatan Muslimah dari diri nya dalam sebuah kejadian yang sangat mencabik kemuliaan syariat dan kehormatan umat. Adalah Sa’ad Zaghlul ketika kembali dari Inggris dengan membawa segala perangkat untuk merusak Islam, dua rombongan menyambut kedatangan nya, rombongan lelaki dan rombongan wanita. Begitu turun dari pesawat, ia berjalan menuju rombongan kaum wanita yang tampak mutahajjibat (mengenakan busana Muslimah sesuai tuntunan syariat yang tidak mempertontonkan daya tarik wanita kepada khalayak). Huda Sya’rawi dengan hangat menyambut nya dengan busana Muslimah nya, agar Sa’ad berkenan melepaskan nya -wal iyyadubillah-. Selanjut nya, Sa’ad melepaskan hijab wanita tersebut. Kemudian terdengar lah tepuk tangan dari hadirin dan serempak kaum Muslimah yang ada, melepaskan hijab mereka masing-masing.

Kejadian kedua yang tidak kalah menyedihkan adalah seorang Muslimah bernama Shafiyah binti Musthafa, istri Sa’ad Zaghlul, -semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala memberikan balasan yang setimpal- ia berada di tengah demonstran wanita di depan Istana Nil. Bersama-sama wanita lain, ia melepaskan hijab (jilbab) dan menginjak-injaknya untuk kemudian mereka bakar. Tempat pemberontakan mereka terhadap hukum Allah Subhaanahu wa Ta’ala itu, kemudian dikenal dengan Maidanut Tahrir, lapangan untuk membebaskan diri mereka.

Tempat ini menjadi saksi penistaan yang  mereka lakukan terhadap agama ini. Kaki dantangan mereka akan memberikan persaksian atas perbuatan mereka, saat mulut terkunci. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (QS. Yasin/36: 65)

Pemberontakan wanita-wanita  itu  kepada Allah dan RasulNya kemudian diikuti oleh banyak negara yang sudah terpengaruh oleh pemikiran Barat dengan melarang kaum Muslimah mengenakan pakaian kehormatannya. Sebuah musibah bagi umat Islam layaknya api yang menyambar rerumputan kering. Sebut saja, Turki, Tunisia, Albania, Afganistan, Iraq, dan negeri-negeri Syam (Yordania, Lebanon, Palestina, dan Suria).

Sayangnya, mereka yang merasa bebas itu, pada hakikatnya telah terjerat oleh setan dan nafsu syahwat, dan pelanggaran kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Mereka lebih suka diatur dan diperbudak oleh bisik rayu setan dan kaum kafir ketimbang mendengarkan dan mentaati Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan RasulNya. Padahal, di bawah naungan Islam, kaum wanita terpelihara hak dan kehormatannya. Slogan tahrirul mar’ah (kebebasan wanita) dan al-musawaah ( persamaan gender) cukup ampuh dalam menyeret sebagian wanita Muslimah untuk mengesampingkan aturan Allah Subhaanahu wa Ta’ala bagi mereka. Kedua slogan ini terus dikumandangkan dalam segenap lapisan masyarakat dengan memanfaatkan berbagai media massa.  Siapa yang lalai, dia akan terseret dan termakan syubhat yang telah dikemas rapi. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada menjaga diri dan keluarga kita agar tidak mudah terpedaya.

Sejarah Alun-Alun Tahrir Square (Mesir)

Sejarah Alun-Alun Tahrir Square (Mesir)

Orang-orang yang memiliki tanggung jawab terhadap wanita seperti bapak, saudara atau suami hendaknya senantiasa bertakwa kepada Allah SWT dalam mengurusi dan menjaga wanita yang menjadi tanggung jawabnya. Mestinya mereka tahu sarana-sarana yang biasa dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam untuk menyebar racunnya sehingga bisa diantisipasi sedini mungkin. Kelalaian terhadap hal ini bisa berakibat fatal. Betapa banyak orang dengan tanpa disadari telah menjerumuskan orang yang di cintai nya ke lembah nista dengan dalih sayang.

Namun kesungguh-sungguhan pihak yang betanggung jawab untuk melaksanakan kewajiban nya terhadap kaaum wanita tidak akan bisa berhasil  baik tanpa dukungan dari wanita itu aendiri. Oleh karenanya, kaum wanita juga hendaknya senantiasa bertakwa kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala dalam segala hal. Bertakwa dalam ucapannya, diamnya dan gerakannya.

Akhirnya, semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala menganugerahkan petunjukNya kepada seluruh umat Islam agar tidak mudah terpedaya dan agar istiqomah di jalanNya. Industri pariwisata di Mesir berusaha mengais keuntungan dari “Revolusi 25 Januari” untuk meningkatkan dalam jangka panjang. Pasalnya pemberontakan tersebut telah mengosongkan hotel, kasino dan bar dari transaksi pariwisata.

Maskapai nasional Egypt Air misalnya, hadir di situs You Tube sebagai “sayap kebebasan revolusi Mesir” dalam sebuah video yang menampilkan adegan pemberontakan dan tampilan berbagai atraksi wisata seperti piramida, Sphinx, dan Laut Merah.

Beberapa perusahaan pariwisata mengundang wisatawan untuk mengunjungi Tahrir Square. Lapangan bersejarah itu menjadi lokasi di mana jutaan orang Mesir berkumpul setiap Jumat hingga mereka berhasil memaksa Presiden Hosni Mubarak mundur dari jabatannya.

Al-Wedian, sebuah perusahaan wisata yang berbasis di pusat Kairo, menulis di situsnya bahwa salah satu keuntungan yang paling penting adalah lokasinya yang dekat Tahrir Sqaure. “Berada di dekat Tahrir akan sangat menjanjikan bagi bisnis kami di kemudian hari,” kata Alaa Al-Din Mursi, Manajer Al-Wedian.

“Pariwisata Mesir mungkin menderita saat ini, namun takkan pernah berhenti. Walaupun tingkat hunian hotel menurun drastis dan kerugian ditanggung agen perjalanan, orang asing tetap ingin mengunjungi tempat revolusi,” lanjutnya.

Sebuah situs perjalanan juga menjadikan Tahrir Square sebagai salah satu destinasi wisata Mesir. “Orang-orang Yunani adalah yang pertama mem-booking perjalanan ke Mesir dan sebagian besar bahkan menyatakan keinginan mereka untuk bertemu dengan beberapa demonstran,” kata Diaa Gamal, salah seorang demonstran .
Gamal mengatakan suatu saat Tahrir Square pasti menjadi sebuah situs bersejarah, karena rakyat Mesir dari semua kalangan pernah berkumpul di sana demi satu tujuan. “Pada saat itu, aku tahu tempat ini akan menjadi monumen.”

Edna Wilson, warga Amerika, mengaku bangga dengan revolusi Mesir dan akan menjadikan Tahrir Square sebagai tempat pertama yang didatangi jika berkunjung ke negeri itu. “Saya ingin melihat Tahrir Square, karena orang-orang mati di sana demi revolusi. Dan karena saya melihat ada pemuda di sana,” ujarnya.

Kini tempat ini banyak sekali di kunjungi oleh wisatawan yang datang dari berbagai belahan dunia. Tempat ini penuh dengan sejarah sehingga menarik untuk di kunjungi, jika ingin mengunjungi tempat ini namun bingung dengan harganya, bisa langsung di cek Harga paket umroh plus mesir.

 

You might also likeclose