Sejarah Panjang Masjid Badshahi Lahore Pakistan

0
Posted in Travel By AmyFlora

Badshahi datang dari kata Badshah yang bermakna Raja. Masjid Badshahi atau Masjid Raja ada di Kota Lahore – Pakistan. Di bangun oleh raja ke enam dinasti Mughal, Raja Aurangzeb th. 1671 serta usai di bangun pada th. 1673. Masjid adalah masjid paling besar ke dua di di Pakistan serta Asia Selatan dan masjid paling besar kelima didunia. Tipikal keindahan kebesaran serta kejayaan masa dinasti Mungal jadikan masjid ini sebagai landmark serta maksud wisata paling utama kota Lahore.

Sejarah Panjang Masjid Badshahi Lahore Pakistan

Histori Masjid Badshahi

Pembangunan Masjid Badshahi (1671–1673)

Kubah masjid galvalumMasjid Badshahi di bangun pada saat pemerintahan raja dinasti Mughal ke VI, Raja Aurangzeb yang bergelar Alamgir (sang penakluk dunia) pada bln. Mei 1671. Sistem pembangunan masjid ini mengonsumsi saat sepanjang dua th. serta usai pada bln. April 1673. Raja Aurangzeb yaitu putra dari Raja Mughal yang termashur dengan Taj Mahal nya, Shah Jehan.

Masjid Badshahi di bangun dalam visi kerajaan serta membuatnya sebagai masjid kerajaan emperium Islam Mughal karena itu berniat di bangun berseberangan serta tidak jauh dari Lahore Fort, Landasan masjid ini di bangun lebih tinggi dari permukaan tempat di sekelilingnya untuk menghindar banjir dari aliran sungai Ravi waktu gunakan naik. Fondasi serta susunan bangunan masjid ini di bangun memakai bahan batu bata serta tanah lempung yang dipadatkan. Susunan bangunannya lalu dibalur dengan lampengan batu pasir merah yang ditambang dari daerah Jaipur di Rajasthan (saat ini masuk dalam lokasi India). Sedang kubahnya dilapisi dengan pualam putih.

Sistem pembangunan masjid ini dipantau segera oleh saudara angkat Raja Aurangzeb’s yang bernama Muzaffar Hussain (dikenal juga sebagai Fidai Khan Koka) yang pada bln. Mei 1671 ditunjuk sebagai gubernur Lahore oleh Raja Aurangzeb. Fidai Khan Koka juga adalah pakar persenjataan kerajaan Islam Mughal.

Berbarengan dengan pembangunan Masjid Badshahi, satu gerbang baru di bangun di Lahore Fort menghadap ke Hazuri Bagh (Taman Hazuri Bagh, dulunya adalah lapangan terbuka tempat berparadenya pasukan kerajaan Mughal) serta menuju segera ke pintu masuk paling utama Masjid Badshahi, gerbang ini dinamakan “Gerbang Alamgir” nama yang di ambil dari gelar sang raja. Di pintu masuk masjid Badshahi ada prasasti pembangunan masjid.

Masjid Badshahi di Saat Kerajaan Mughal (1673-1752)

Saat usai di bangun th. 1673 masjid Badshasi tak saja jadi masjid paling besar di emperium Islam Mughal namun juga adalah masjid paling besar didunia. Catatan rekor itu bertahan sepanjang 313 th. hingga th. 1986. masjid ini jadi satu diantara bangunan paling besar semasa kejayaan Mughal serta dunia. Di cuaca cerah masjid ini bisa diliat dari jarak sampai 15 Km. Masjid badshahi mengangkat utamanya posisi kota Lahore dengan cara politik, ekonomi serta budaya di saat kejayaan Mughal.

Masjid Badshahi di Saat Kekuasaan Sikh (1799-1849)

Pada tanggal 7 Juli 1799 milisi Sikh dari Sukerchakia, pimpinan Ranjit Shing menggantikan kota Lahore. Sesudah mengusai semua kota, Masjid Badshahi alami rusaknya kronis saat Ranjit Shing memakai Halaman tengahnya yang demikian luas itu sebagai kandang kuda pasukannya. Sedang 80 hujras (ruang kelas) yang mengelilingi halaman tengah masjid dijadikannya sebagai barak militer serta gudang senjata. Ranjit Sing juga jadikan Hazuri Bagh yang berdekatan dengan taman disamping masjid sebagai ruangan pengadilan kerajaan. Th. 1820 seseorang warga Inggris bernama William Moorcroft dalam catatannya mengatakan kalau waktu itu masjid Badshahi jadikan areal latihan untuk pasukan infantry Sipahi.

Th. 1841 berlangsung perang sipil Sikh, Putra Ranjit Singh, Sher Shing memakai menara masjid Badshahi yang ujung nya telah roboh akibat genba, untuk menempatkan zamburah atau Senjata Enteng untuk membombardir pendukung Sikh Maharani Chand Kaur yang kuasai Lahore fort, bombardier dari menara masjid itu menyebabkan rusaknya pada Fort Lahorei. Satu diantara korban diborbardir itu yaitu hancurnya Fort Diwan-e-Aam (Hall untuk pertemuan , Hall itu lalu di bangun lagi dimasa pendudukan Inggris, tetapi tidak dapat bangun seindah aslinya. Sepanjang perang sipil ini terdaftar kalau Hendri De La rouche, komandan Kavaleri Prancis yang ditugaskan di ketentaraan Sher Singh memakai terowongan yang menghubungkan masjid Badshahi ke Lahore Fort sebagai gudang sesaat penyimpanan mesiu.

Masjid Badshahi di Saat Penjajahan Inggris (1858-1947)

Waktu Inggris menjajah India, inggris melanjutkan apa yang dikerjakan pemerintahan Sikh dengan tetaplah memakai masjid serta ruang yang menghubungkannya dengan Fort sebagai barak militer. 80 hujrah yang ada di sekitar lapangan tengah serta semasa kekuasaan Sikh jadikan sebagai kandang kuda, di leburkan oleh Inggris untuk menghindar digunakannya ruangan kelas itu untuk semua bentuk kesibukan anti Inggris. Inggris lalu bangun lagi ruang hujras dengan bentuk arkade terbuka atau “dalan” seperti yang kita saksikan sekarang ini.

Masjid Badshahi Kembali pada Golongan Muslimin serta Restorasi

Menyikapi ketersinggungan golongan muslimin atas selalu digunakannya masjid Badshahi sebagai barak militer mulai sejak pemerintahan Sikh sampai di masa awal pemerintahan pendudukan Inggris, Inggris ahirnya membuat Otoritas Masjid Badshahi pada th. 1852 untuk lakukan restorasi serta kembalikan Masjid itu pada golongan muslimin. Mulai sejak th. 1852 itu rangkaian restorasi pada bangunan masjid dikerjakan di bawah pengawasan Otoritas Masjid Badshahi. Perbaikan besar besaran dikerjakan mulai sejak th. 1939. Bikin biru perbaikan masjid disediakan oleh arsitek Nawab Zen Yar Jang Bahadur.

Masjid Badshahi dibawah pemerintahan Republik islam Pakistan

Pekerjaan restorasi pada masjid ini selalu berlanjut saat Lahore manjadi sisi dari Republik Islam Pakistan yang baru berdiri pada tanggal 14 Agustus 1947 terlepas dari India. Di th. 1960 Masjid Badshahi direstorasi keseluruhan serta dikembalikan ke memiliki bentuk aslinya. Sistem restorasi ini menggunakan dana 4. 8 juta Rupee. Pemerintah Pakistan bangun satu musium kecil didalam gerbang masuk ke masjid Badshahi, untuk menaruh sebagian benda bersejarah yang berkaitan dengan Nabi Muhammad S. A. W, sepupunya Ali Bin Abi Thalib, serta putri beliau Fatimah Azzahra. Benda benda itu dibawa ke lokasi anak benua itu oleh Amir Taimur. pemotretan pada benda benda itu sekalipun tak diperbolehkan oleh pihak berwenang di sana, untuk menghormati baginda rosul serta keluarganya.

Th. 1993 waktu lalu pemerintah Pakistan telah mereferensikan Masjid Badshahi untuk dimasukkan kedalam daftar warisan dunia UNESCO, serta telah dimasukkan kedalam daftar sesaat nominasi masuk daftar warisan dunia UNESCO.

Th. 2000 dikerjakan perbaikan pada susunan pualam yang tutup ruangan sholat paling utama masjid. Th. 2008 dikerjakan pergantian pada batu pasir merah yang melapisi pelataran tengah masjid. Pergantian batuan itu memakai batuan yang bersumber dari sumber aslinya seperti pertama kalinya di bangun, cuma saja lantaran lokasi Jaipur, Rajastan, telah jadi lokasi India, pengadaan batu itu dikerjakan mesti lewat prosedur perdagangan internasional.