Kekurangan Dan Kelemahan Membaca Ayat Kursi Latin

0
Posted in Islam By AmyFlora

Kekurangan Dan Kelemahan Membaca Ayat Kursi Latin

Banyak sekali kita menemukan bacaan ayat kursi latin yang beredar di tanah air. Bacaan ayat kursi yang ditulis dengan latin bukan saja untuk menuliskan terjemahan atau arti dari ayat kursi. Akan tetapi tulisan latin ini dibuat untuk menuliskan tulisan arab ayat kursi dan dijadikan dalam bentuk latin. Hal ini dilakukan untuk memberikan kemudahan dalam membaca ayat kursi terutama bagi orang-orang yang belum mampu menguasai tulisan arab dengan baik.

Indonesia adalah negara yang menggunakan tulisan latin sebagai tulisan utama dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Sehingga untuk memudahkan dalam menguasai ayat-ayat Al-Qur’an, tak jarang yang mencetaknya atau membuatnya dengan tulisan latin termasuk juga untuk ayat kursi latin.

Tidak hanya itu saja, akan tetapi sebenarnya membaca ayat kursi latin ini memiliki berbagai kekurangan dan kelemahan. Sehingga sebaiknya Anda tetap berushaa untuk terus mempelajari tulisan arab agar bisa membaca dengan baik dan tepat. Diantara kekurangan dan kelemahan tersebut ialah sebagai berikut:

  1. Tajwid yang tidak terbaca

Tulisan latin dalam ayat kursi ini tidak akan mampu memperlihatkan dengan baik tajwid-tajwid di dalam bacaan. Padahal membaca tulisan Arab harus disertai dengan tajwid agar memiliki makna. Seperti misalnya membaca “min fadhlih”, Anda harus membacanya dengan tajwid ikhfa’ namun Anda akan kehilangan kesempatan tersebut karena tidak melihat tulisan arabnya secara langsung. Sehingga menuliskan Anda untuk mengaplikasikan tajwid. Selain itu, seperti yang kita ketahui bahwa membaca ayat Al-Qur’an harus dilakukan dengan cara yang baik dan benar.

  1. Kalimat yang tidak terbaca dengan benar

Hal ini sering kali terjadi. Karena ada beberapa huruf hijaiyah yang sulit untuk dituliskan dalam tulisan latin. Seperti misalnya “dza” dan “dho” yang sangat sulit untuk dibedakan dalam tulisan latin. Atau misalnya tulisan “sa” dengan “shod” dimana pengucapannya sering kali dibuat sama. Padahal hal ini akan memberikan makna yang berbeda.

  1. Ayat kursi dibaca dengan terbata-bata

Membaca menjadi terbata-bata karena harus berfikir lebih keras. Berfikir untuk menerjemahkan kata dan juga berfikir untuk memasukkan tajwid didalamnya.

You might also likeclose