Sekali Panen, Petani Sengon Hasilkan 11,76 Triliun

0
Posted in Bisnis By AmyFlora

Sekali Panen, Petani Sengon Hasilkan 11,76 Triliun

suarasurabaya.net – Wilayah Kabupaten Lumajang yang selama dikenal sebagai lumbung pangan di Provinsi Jawa Timur, dikenal juga dengan potensi pembudidayaan tanaman sengon. Hal itu diakui Ir Imam Suryadi Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Lumajang ketika ditemui Sentral FM Lumajang, Jumat (5/10/2012) siang. Menurutnya, petani di Kabupaten Lumajang yang telah membudidayakan tanaman sengon dengan nilai propektif ekonomi yang tinggi ini, mencapai ribuan orang. Meski, sejauh ini yang terdata dalam bentuk pembinaan intensif dari Kantor Dishut Kabupaten Lumajang hanya 90 kelompok lebih saja. “Namun, meski yang terdata 90 kelompok lebih, jumlah petani yang tergabung sangat banyak, ya ribuan orang itu jual bibit sengon solomon.

Karena setiap kelompok petani pembudidaya tanaman sengon ini jumlahnya cukup banyak,” kata Ir Imam Suryadi. Para petani pembudidaya tanaman keras dengan nilai ekonomi tinggi ini, mengelola luasan lahan dengan cakupan yang sangat luas. “Sejauh ini, hutan rakyat di Kabupaten Lumajang yang terdata di Kantor Dishut Kabupaten Lumajang, luasanya mencapai 56 ribu hektar. 70 persen dari cakupan luasan hutan rakyat itu, dikelola petani. Artinya, ada 39.200 hektar yang selama ini dikelola petani untuk budidaya tanaman sengon di Kota Pisang ini,” beber Ir Imam Suryadi. Dari angka luasan lahan ini, diakui Kepala Dishut Kabupaten Lumajang, memang rata-rata dengan jumlah seluruh petani yang ada, cakupan pembudidayaannya tidak luas. Karena, jika di rata-rata hanya mencakup 0,2 sampai 0,3 hektar saja.

“Akan tetapi, angka ini jika dirata-rata secara flat. Faktanya di lapangan, ada petani yang mengelola kepemilihan lahan untuk budidaya sengon sampai 5 hektar, 3 hektar dan kurang. Termasuk, ada yang mengerjakan dengan sistem sewa dengan luasan berhektar-hektar pula,”jlentrehnya. Tidak hanya itu saja, Kantor Dishut Kabupaten Kabupaten Lumajang juga memiliki program untuk melakukan peremajaan atau reboisasi di lahan potensial kritis yang ada di berbagai wilayah Kecamatan di Kota Pisang ini. Dalam pola penanganan lahan potensial kritis ini, Dishut juga menggandeng petani dengan melakukan budidaya tanaman sengon. “Percontohan yang telah kita lakukan di Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso yang kita kerjakan bersama petani setempat. Lahan potensial kritis ini sangat luas dan kita terus melibatkan petani untuk mengerjakannya. Tujuannya, disamping lahan itu menjadi hijau lagi, petani di sekitarnya juga bisa diberdayakan,” ungkap Ir Imam Suryadi.

Terkait nilai ekonomis budidaya tanaman sengon ini, Kepala Dishut Kabupaten Lumajang menyampaikan, sejauh ini setiap satu hektar lahan dnegan penanaman sengon sebanyak seribu batang dengan pola 3 kali 3, bisa mendapatkan keuntungan sekali panen dalam jangka waktu 5 tahun senilai Rp. 300 juta. Jika lahan yang dikelola petani di wilayah Kabupaten Lumajang untuk budidaya tanaman sengon ini mencapai 39.200 hektar dari keseluruhan luasan hutan rakyat mencapai 56 ribu hektar, maka potensi perputaran ekonomi yang diraih petani mencapai angka yang tidak main-main. Dari hitungan keuntungan yang bisa diperoleh petani pembudidaya tanaman sengon ini, melalui pengelolaan luasan lahan mencapai 39.200 hektar jika dikalikan Rp. 300 juta per hektar dalam sekali panen dalam jangka waktu 5 tahun, angkanya mencapai Rp. 11,76 triliun. “Angka komoditi sengon di Kabupaten Lumajang yang diperoleh petani yang membudidayakan tanaman ini, memang segitu.

Itu jumlah keseluruhan dari total hasil panen lima tahun sekali. Tentunya, angka itu tidak kecil dan sangat menguntungkan. Makanya, budidaya tanaman sengon di Kabupaten Lumajang ini menjadi primadona tersendiri bagi petani,” tegas Ir Imam Suryadi. Dengan angka keuntungan ini, diakui Kepala Dishut Kabupaten Lumajang, memang tidak sedikit petani yang ingin membudidayakan tanaman sengon. “Akan tetapi, kita tentu mengerem dengan sinergi Dinas Pertanian (Distan) agar jangan sampai lahan pertanian produktif untuk tanaman pangan tidak digunakan sebagai lahan budidaya tanaman sengon ini. Bagaimanapun, Lumajang ini lumbung pangan Jawa Timur dan budidaya tanaman sengon meski menguntungkan tidak sampai mengganggu ketersediaan pangan di Kota Pisang ini,” pungkas Ir Imam Suryadi. (her/ipg)